Anda harus mengaktifkan JavaScript untuk menggunakan tema ini.

Potensi Peternakan

Desa Lalanglinggah

Peternakan merupakan salah satu bagian dari potensi ekonomi masyarakat Desa Lalanglinggah yang memiliki peran dalam mendukung mata pencaharian dan perekonomian masyarakat. Kegiatan peternakan di Desa Lalanglinggah dikelola oleh masyarakat sebagai usaha produktif, baik dalam skala rumah tangga maupun kelompok.

Potensi peternakan yang terdapat di Desa Lalanglinggah meliputi sapi, babi, ayam, dan lebah madu. Keberadaan berbagai jenis ternak tersebut menjadi salah satu sumber daya yang dapat dikembangkan untuk meningkatkan nilai ekonomi serta mendukung kesejahteraan masyarakat desa.

 

Peternakan Sapi

Sapi merupakan salah satu jenis ternak yang dipelihara oleh masyarakat Desa Lalanglinggah. Pemeliharaan sapi menjadi bagian dari kegiatan peternakan masyarakat sekaligus dapat menjadi aset ekonomi bagi keluarga.

Peternakan sapi memiliki peluang untuk dikembangkan melalui peningkatan kualitas pemeliharaan, penyediaan pakan yang memadai, pengelolaan kesehatan ternak, serta pengembangan sistem peternakan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

 

Peternakan Babi

Masyarakat Desa Lalanglinggah juga memelihara babi sebagai salah satu jenis ternak yang memiliki nilai ekonomi. Peternakan babi dapat menjadi salah satu pilihan usaha produktif masyarakat dan memberikan tambahan pendapatan bagi keluarga.

Pengembangan peternakan babi dapat dilakukan melalui peningkatan tata kelola pemeliharaan, kebersihan kandang, ketersediaan pakan, serta penerapan pengelolaan ternak yang memperhatikan kesehatan dan kondisi lingkungan sekitar.

 

Peternakan Ayam

Ayam merupakan salah satu jenis ternak yang dipelihara oleh masyarakat Desa Lalanglinggah. Kegiatan pemeliharaan ayam menjadi salah satu usaha masyarakat yang dapat memberikan nilai ekonomi sekaligus mendukung pemenuhan kebutuhan pangan.

Potensi peternakan ayam dapat dikembangkan melalui peningkatan tata kelola pemeliharaan, ketersediaan pakan, kesehatan ternak, serta pengelolaan dan pemasaran hasil peternakan. Dengan pengelolaan yang baik, usaha peternakan ayam dapat menjadi salah satu sumber pendapatan masyarakat.

 

Budidaya Lebah Madu

Lebah madu juga menjadi salah satu potensi peternakan yang terdapat di Desa Lalanglinggah. Budidaya lebah madu memiliki peluang untuk dikembangkan dengan memanfaatkan kondisi lingkungan serta ketersediaan berbagai tanaman yang menjadi sumber pakan bagi lebah.

Madu yang dihasilkan dapat menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi dan berpotensi dikembangkan lebih lanjut melalui pengolahan, pengemasan, serta pemasaran sebagai produk lokal Desa Lalanglinggah. Selain menghasilkan madu, keberadaan lebah juga memiliki manfaat bagi proses penyerbukan tanaman di lingkungan sekitar.

 

Peluang Pengembangan Potensi Peternakan

Keberagaman jenis ternak yang terdapat di Desa Lalanglinggah menunjukkan adanya peluang untuk mengembangkan sektor peternakan sebagai salah satu bagian dari potensi ekonomi desa. Pengembangan sektor ini dapat dilakukan melalui peningkatan pengetahuan dan keterampilan masyarakat, penerapan tata kelola pemeliharaan yang baik, penguatan kelompok peternak, serta peningkatan kualitas dan nilai tambah hasil peternakan.

Pengembangan peternakan juga dapat membuka peluang usaha pada bidang pendukung, seperti penyediaan pakan, pengolahan hasil ternak, pemasaran, serta pengembangan produk peternakan yang memiliki nilai tambah.

Dengan pengelolaan yang baik dan berkelanjutan, potensi peternakan Desa Lalanglinggah dapat terus dikembangkan sebagai salah satu sumber penghidupan masyarakat. Potensi tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat ekonomi, mendukung ketersediaan pangan, serta menjadi bagian dari upaya penguatan perekonomian masyarakat dan desa.

Administrator 16 September 2026 Dibaca 4 Kali
Transparansi Publik

Anggaran Desa

Keterbukaan pengelolaan keuangan untuk masyarakat

94.9% Realisasi

APBD 2025 Pelaksanaan

Rp 5.330.011.193,34 Rp 5.056.095.280,93
Pendapatan 97.4%
Realisasi: Rp 2.594.286.053,26 Anggaran: Rp 2.663.523.000,00
Belanja 92.3%
Realisasi: Rp 2.453.806.131,00 Anggaran: Rp 2.658.485.096,67
Pembiayaan 100%
Realisasi: Rp 8.003.096,67 Anggaran: Rp 8.003.096,67
97.4% Realisasi

APBD 2025 Pendapatan

Rp 2.663.523.000,00 Rp 2.594.286.053,26
Lain-Lain Pendapatan Asli Desa 91.99%
Realisasi: Rp 8.279.000,00 Anggaran: Rp 9.000.000,00
Dana Desa 100%
Realisasi: Rp 905.327.000,00 Anggaran: Rp 905.327.000,00
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi 78.68%
Realisasi: Rp 256.459.000,00 Anggaran: Rp 325.960.000,00
Alokasi Dana Desa 100%
Realisasi: Rp 846.304.000,00 Anggaran: Rp 846.304.000,00
Bantuan Keuangan Provinsi 100%
Realisasi: Rp 235.200.000,00 Anggaran: Rp 235.200.000,00
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota 100%
Realisasi: Rp 216.441.000,00 Anggaran: Rp 216.441.000,00
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Dengan Pihak Ketiga 100%
Realisasi: Rp 36.000.000,00 Anggaran: Rp 36.000.000,00
Bunga Bank 119.7%
Realisasi: Rp 5.985.053,26 Anggaran: Rp 5.000.000,00
Lain-Lain Pendapatan Desa Yang Sah 100%
Realisasi: Rp 84.291.000,00 Anggaran: Rp 84.291.000,00
92.3% Realisasi

APBD 2025 Pembelanjaan

Rp 2.658.485.096,67 Rp 2.453.806.131,00
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa 95.81%
Realisasi: Rp 1.319.008.596,00 Anggaran: Rp 1.376.748.771,67
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa 84.3%
Realisasi: Rp 666.938.015,00 Anggaran: Rp 791.118.000,00
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa 96.33%
Realisasi: Rp 268.430.900,00 Anggaran: Rp 278.665.000,00
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 85.89%
Realisasi: Rp 58.405.000,00 Anggaran: Rp 68.000.000,00
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa 97.96%
Realisasi: Rp 141.023.620,00 Anggaran: Rp 143.953.325,00