Anda harus mengaktifkan JavaScript untuk menggunakan tema ini.

Potensi Perikanan dan Kelautan

Desa Lalanglinggah

Desa Lalanglinggah merupakan salah satu desa yang memiliki karakter wilayah yang beragam, termasuk kawasan pesisir yang menjadi bagian penting dari potensi sumber daya alam desa. Keberadaan wilayah laut dan pesisir memberikan peluang bagi pengembangan sektor perikanan dan kelautan sebagai salah satu sumber penghidupan serta penggerak perekonomian masyarakat.

Secara wilayah, Desa Lalanglinggah memiliki kawasan pesisir yang mendukung berbagai aktivitas masyarakat yang berkaitan dengan kelautan. Dokumen perencanaan Kabupaten Tabanan juga mencatat Desa Lalanglinggah sebagai salah satu desa pesisir yang memiliki potensi perikanan laut skala kecil dengan keberadaan kelompok nelayan tradisional.

 

Potensi Perikanan Laut

Potensi perikanan laut menjadi salah satu bagian penting dari sumber daya pesisir Desa Lalanglinggah. Aktivitas masyarakat sebagai nelayan menjadi bagian dari mata pencaharian yang berkembang di wilayah desa. Keberadaan kawasan pesisir memberikan peluang bagi masyarakat untuk memanfaatkan sumber daya perikanan laut secara produktif dengan tetap memperhatikan keberlanjutan ekosistem laut.

Potensi tersebut tidak hanya berkaitan dengan kegiatan penangkapan ikan, tetapi juga dapat dikembangkan melalui pengolahan dan pemasaran hasil perikanan. Dengan pengelolaan yang baik, hasil laut dapat memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan ekonomi, termasuk usaha pengolahan hasil perikanan dan UMKM berbasis produk laut.

 

Potensi Perikanan Air Tawar

Selain potensi perikanan laut, Desa Lalanglinggah juga memiliki potensi perikanan air tawar. Salah satu bentuk pengembangan yang telah dilakukan adalah penebaran 6.000 bibit ikan nila oleh Dinas Perikanan Kabupaten Tabanan di Bendungan Irigasi Banjar Dinas Daren pada April 2025. Kegiatan tersebut diarahkan untuk membantu memelihara ekosistem sungai sekaligus mendorong kepedulian masyarakat terhadap kelestarian lingkungan perairan. Pada musim tertentu masyarakat di Desa Lalanglinggah juga berburu dan menangkap ikan ipung yang sedang bermigrasi ke sungai Tukad Balian dan menjadikannya sebagai salah satu penghasilan tambahan bagi masyarakat.

Pengembangan perikanan air tawar dapat menjadi salah satu peluang untuk memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat sekaligus menjaga keberadaan sumber daya perairan desa. Pemanfaatannya perlu dilakukan secara bijaksana dengan menjaga kebersihan sungai dan mencegah pencemaran lingkungan.

Potensi Kawasan Pesisir dan Kelautan

Kawasan pesisir Desa Lalanglinggah juga memiliki potensi yang lebih luas, tidak hanya dari sektor perikanan, tetapi juga dari aspek pariwisata pesisir dan ekonomi masyarakat. Beberapa kawasan pantai di Desa Lalanglinggah memiliki karakteristik alam yang dapat mendukung berbagai kegiatan berbasis kelautan dan pesisir.

Salah satunya adalah Pantai Pengasahan, yang memiliki potensi pengembangan wisata olahraga selancar (surfing) dan telah dikenal oleh wisatawan mancanegara. Pengembangan kawasan pesisir tersebut dapat membuka peluang bagi tumbuhnya usaha masyarakat, UMKM, jasa pariwisata, serta lapangan pekerjaan yang berkaitan dengan aktivitas wisata pesisir.

 

Peluang Pengembangan Potensi Perikanan dan Kelautan

Potensi perikanan dan kelautan Desa Lalanglinggah memiliki peluang untuk dikembangkan secara terpadu, mulai dari perikanan tangkap, perikanan air tawar, pengolahan hasil perikanan, pemasaran, hingga pengembangan ekonomi pesisir.

Pengembangan potensi tersebut perlu dilakukan dengan memperhatikan keberlanjutan sumber daya alam dan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama. Kolaborasi antara Pemerintah Desa, kelompok nelayan, masyarakat, pelaku UMKM, kelompok masyarakat pesisir, serta pemerintah daerah dapat menjadi bagian penting dalam mengoptimalkan potensi yang tersedia.

Dengan pengelolaan yang tepat, sektor perikanan dan kelautan diharapkan tidak hanya menjadi sumber pemenuhan kebutuhan masyarakat, tetapi juga mampu memberikan nilai tambah ekonomi, membuka peluang usaha, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta menjaga kelestarian lingkungan pesisir dan perairan Desa Lalanglinggah.

Potensi perikanan dan kelautan merupakan salah satu kekayaan Desa Lalanglinggah yang dapat terus dikembangkan secara berkelanjutan untuk mendukung kemandirian dan kesejahteraan masyarakat.

Administrator 16 September 2026 Dibaca 6 Kali
Transparansi Publik

Anggaran Desa

Keterbukaan pengelolaan keuangan untuk masyarakat

94.9% Realisasi

APBD 2025 Pelaksanaan

Rp 5.330.011.193,34 Rp 5.056.095.280,93
Pendapatan 97.4%
Realisasi: Rp 2.594.286.053,26 Anggaran: Rp 2.663.523.000,00
Belanja 92.3%
Realisasi: Rp 2.453.806.131,00 Anggaran: Rp 2.658.485.096,67
Pembiayaan 100%
Realisasi: Rp 8.003.096,67 Anggaran: Rp 8.003.096,67
97.4% Realisasi

APBD 2025 Pendapatan

Rp 2.663.523.000,00 Rp 2.594.286.053,26
Lain-Lain Pendapatan Asli Desa 91.99%
Realisasi: Rp 8.279.000,00 Anggaran: Rp 9.000.000,00
Dana Desa 100%
Realisasi: Rp 905.327.000,00 Anggaran: Rp 905.327.000,00
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi 78.68%
Realisasi: Rp 256.459.000,00 Anggaran: Rp 325.960.000,00
Alokasi Dana Desa 100%
Realisasi: Rp 846.304.000,00 Anggaran: Rp 846.304.000,00
Bantuan Keuangan Provinsi 100%
Realisasi: Rp 235.200.000,00 Anggaran: Rp 235.200.000,00
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota 100%
Realisasi: Rp 216.441.000,00 Anggaran: Rp 216.441.000,00
Penerimaan Dari Hasil Kerjasama Dengan Pihak Ketiga 100%
Realisasi: Rp 36.000.000,00 Anggaran: Rp 36.000.000,00
Bunga Bank 119.7%
Realisasi: Rp 5.985.053,26 Anggaran: Rp 5.000.000,00
Lain-Lain Pendapatan Desa Yang Sah 100%
Realisasi: Rp 84.291.000,00 Anggaran: Rp 84.291.000,00
92.3% Realisasi

APBD 2025 Pembelanjaan

Rp 2.658.485.096,67 Rp 2.453.806.131,00
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa 95.81%
Realisasi: Rp 1.319.008.596,00 Anggaran: Rp 1.376.748.771,67
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa 84.3%
Realisasi: Rp 666.938.015,00 Anggaran: Rp 791.118.000,00
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa 96.33%
Realisasi: Rp 268.430.900,00 Anggaran: Rp 278.665.000,00
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 85.89%
Realisasi: Rp 58.405.000,00 Anggaran: Rp 68.000.000,00
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa 97.96%
Realisasi: Rp 141.023.620,00 Anggaran: Rp 143.953.325,00